What I learn from multitasking.

Night folks, it’s currently 11.11 here, I have a really good mood right now and its a good thing since I’m the kind of person who’s moody swing a lot, so i decided to appreciate this moment and write.

gue adalah seseorang yang bisa dibilang multitasker, entah sejak kapan tapi gue memiliki kecenderungan sikap yang selalu ingin melakukan banyak hal pada waktu yang bersamaan. Sejak dulu gue selalu punya banyak plan yang ingin dilakukan, padahal gue tidak begitu ter-organize, karena itu semuanya tidak selalu berjalan sesuai rencana, yang ada gue malah keteteran.

Dulu gue selalu berpikir bahwa multitasking merupakan hal yang bisa dibanggakan, dan tidak semua orang bisa melakukannya. But I made up my mind, dan dari membaca beberapa artikel dan buku, ternyata multitasking tidak begitu efektif, instead kita bisa melakukan hal dengan menyusun prioritas, hal yang terpenting atau harus diselesaikan dalam waktu dekat.

Now lets talk about it in 5w 1h,

What do I get from multitasking?

Sejujurnya, menurut gue multitasking tidak begitu works out on daily basis, dan malah menimbulkan rasa cemas, ada kala dimana gue merasa kecewa karena tidak bisa melakukan rencana/To Do List yang gue rancang, I don’t get anything but feeling anxious about everything, so we better focus on one particular thing, take our times and think clearly about the benefit of multitasking, if it has nothing then change the way you manage something.

Who I want to impress?

Sebenarnya hal ini merupakan salah satu alasan yang menghambat kita untuk menjadi diri sendiri, especially me. Biasanya dengan melakukan multitasking we tend to kinda wanna impress people about our ability to solve things or get things done, I know its really toxic, tapi karena pada hakikatnya kita adalah makhluk sosial jadi wajar bila memiliki keinginan untuk mendapat rewards or credits dari orang lain, namun ada kalanya kita harus f**k up dengan opini orang lain, I mean your people’s opinions are important but first rule is you are your #1 priority and your own opinion is matter the most.

Where do I get the idea to change the way I manage my tasks?

Buku merupakan jendela dunia merupakan pernyataan yang relevant dan approved menurut gue. its true, termasuk dalam hal ini, books changed my mind and expand my perspective about something, dan menyadarkan gue bahwa alasan kenapa selama ini gue berusaha melakukan sesuatu namun tidak begitu membuahkan hasil karena kebiasaan multitasking gue,the idea is from books. somehow it gives me the feeling of happy, when you can get a lot of knowledge and the way it makes your life so much better when you can apply that on daily basis.

When I decided to start focusing on one particular thing?

So gue punya banyak journal berisi plans yang ingin gue lakukan for the rest of my life, apalagi pada awal-awal tahun, selalu ada banyak ide untuk dilakukan, but somehow setelah gue mencoba evaluated plans that I have written on my journal, ternyata hal-hal yang benar-benar ter-realisasikan hanya beberapa itu pun tidak optimal, thats when I realize kalau gue harus fokus dengan one particular thing yang bisa gue selesaikan dengan benar-benar optimal, meanwhile quality over quantity.

Why do its better to task alternating than multitasking things?

pernah ngga sih lo ngerasa 24 jam ngga cukup dalam melakukan segala hal yang mau dilakukan, rasanya waktu berjalan begitu cepat, sehingga terkadang kita merelakan waktu beristirahat demi menyelesaikan pekerjaan. Sebenarnya hal itu bisa dihindari, salah satu caranya dengan melakukan task alternating, mencoba untuk melakukan hal yang berbeda pada waktu yang berbeda, dengan begitu kita tetap bisa menyelesaikan banyak hal namun mengurangi distraksi dari tugas lain, sehingga lebih terfokuskan pada pekerjaan didepan mata.

How to get things done in a rush?

Tidak bisa dipungkiri, terkadang hal-hal bisa datang dengan waktu bersamaan dari segala macam aspek kehidupan, sehingga membutukan kemampuan extra untuk menyelesaikannya tepat waktu. My #1 tips are, just trying to finish as much as you can, don’t forget to prioritize on what is the most important, and DO NOT procrastinating, this is the key of getting things done in a rush, if your mind telling you to procrastinate, make sure you always have the motivation and goals to look up to, it’s going to clear your mind and keep doing things you’ve been working on.

I think that’s it, I really wish it will work on your daily basis, just remember to focus and take your time, life is not a rush, we don’t have to always get things done as fast as possible, enjoy the process, it marks how your hard works, the result is God to decide.

Advertisements

social media toxication

Do you remember the last time you grab a book? the one you have always been read, the favourite one which always makes you stay positive, guess your favourite thing has replaced by the technology you check all the time, 24/7 in your pocket.

lahir di zaman dimana teknologi sedang berkembang pesat, blessed and cursed at the same time , kembali pada waktu gue berumur 5 tahun saat gue tidak mengetahui apapun berhubungan dengan ponsel, sepertinya tidak ada beban sama sekali, entah karena memang gue belum mengerti tentang beratnya beban dunia atau karena memang pada saat itu gue sibuk bermain bersama teman-teman, kalau sekarang rasanya sudah lupa seperti apa hidup tanpa gadget, dimanapun dan kapanpun pasti menemukan pemandangan masyarakat yang bercengkrama dengan ponselnya.

sebenarnya banyak sekali manfaat ponsel, terlebih saat ini muncul inovasi yang dikenal dengan smartphone yang super canggih, tapi semakin kesini sepertinya tujuan awal kegunaan benda tersebut mulai tergantikan. jujur gue bukan social media expert yang bisa selalu mengontrol diri dari membuka platform-platform yang semakin kesini makin beragam tapi, gue mulai sadar betapa banyak waktu yang terbuang sia-sia karena penggunaan social media yang berlebihan.

anyway bicara tentang penggunaan social media yang berlebihan, gue mau sedikit membahas soal buku ‘sprint’ by Jake Knapp, John Zeratsky and Braden Kowitz, dimana terdapat salah satu pernyataan yang berkaitan dengan sosial media yaitu infinity pools -cukup mindblowing- dimana pada hakikatnya sosial media dirancang dengan tidak memiliki batasan terhadap kontennya, seperti contoh content suggestion yang selalu muncul di Instagram atau Youtube yang menimbulkan distraksi dari melakukan kegiatan lainnya, dan membuat kita susah untuk menutup layar ponsel.

untuk beberapa orang mungkin social media menjadi sarana untuk menuangkan kreatifitas ataupun media ber-business yang menghasilkan uang, tidak ada yang salah dari hal tersebut. namun, terkadang kita lupa, untuk menjalani hidup secara nyata dan bebas dari opini dunia maya, hal yang tadinya bisa menjadi peluang untuk meningkatkan kualitas hidup dengan adanya pengakuan atas karya yang dibuat, malah bisa menimbulkan keributan dan saling menyerang di social media. mulai dari perebutan soal hak cipta dan plagiarisme yang dianggap bukan hal serius, hingga pelecehan di dunia maya.

satu lagi hal yang menurut gue sangat risky yaitu kesehatan mental para pengguna social media, dengan adanya fenomena body shaming, hate speech, bullying, etc. terlihat sepele mungkin bagi beberapa pihak namun, hal itu akan sangat berbahaya bagi korbannya. keberadaan orang-orang yang menggunakan social media sebagai sarana untuk memuaskan ego nya demi mencaci atau memberi ujaran kebencian terhadap orang lain, tanpa menyadari perbuatannya, merupakan korban dari ketidakmampuan untuk berpikir rasional dari tindakannya.

jadi kesimpulan yang ingin gue share kali ini adalah, untuk kembali mengingat dan memahami tujuan awal dari penggunaan gadget dan social media, meskipun dengan semakin berkembangnya platform yang bervariatif, karena setiap hal di dunia memiliki kelebihan atau manfaat namun jika tidak digunakan dengan bijak dapat menimbulkan kerugian hingga menjadi racun bagi penggunanya, sounds so exaggerate but its true so dont let social media intoxicate your social life.

kpop hangover

안녕하세요!

gue ngga tau kenapa kepikiran buat nulis ini, tapi rasanya beban di kepala gue belum plong kalau belum menuangkan cerita ini, ngga ada penting-pentingnya sih tapi gue pingin berbagi keluh kesah sebagai fan girl.

semua berawal dari lingkungan pertemanan/ circle friends gue yang hampir selalu ada anak kpop yang bersarang disana, entah kenapa gue selalu berakhir cukup dekat dan nyambung dengan kpoper, padahal dari obrolan kamipun awalnya bukan seputar hallyu/ korean wave atau apapun itu, seperti contoh satu teman yang gue kenal kurang lebih selama 6 tahun, kamipun cukup dekat dan dia hampir selalu menyuguhkan gue produk-produk buatan korea seperti oppa oppa nya itu 😀 sempat merasa agak risih ya, karena memang dari awal gue kurang suka dengan typical idol korea dan preferensi gue adalah di western, bisa dibilang cukup jauh dari segi budaya korea dan lainnya.

gue menyukai suatu hal yang cenderung kebarat-baratan sejak tahun terakhir mengeyam bangku sekolah dasar, gue masih ingat jaman-jaman Justin bieber dengan flipped hair nya yang menebarkan Bieber fever itu, yang pada saat itu gue menjadi salah satu korbannya, bisa dibilang dia adalah idol pertama yang membuat malam gue menjadi siang dan siang menjadi malam, waktu itu smartphone belum se eksis sekarang, atau bahkan belum ada, seinget gue pada saat itu bermodalkan henpon biasa gue mulai mengoleksi Music Videos nya doi, gue ingat kebahagian kecil saat melihat idola lo di layar henpon dan lo kegirangan dan berlagak seperti lo ada dalam MV itu, *that was cringy* kalo lo inget dulu pada saat itu mungkin jijik dengan diri lo sendiri, tidak terkecuali gue, tapi namanya juga anak kecil, semua orang pasti punya masanya.

back to the tooopic! jadi sebenarnya kali ini gue mau membahas soal idol korea yang bikin gue kembali mengulangi masa-masa kelam dahulu, ngga senorak dulu sih, tapi seperti nya hallyu memang benar adanya, tadinya gue ngga ngerti kenapa teman-teman kpoper gue yang sedetik lalu normal tiba-tiba berteriak kegirangan saat lagu idolnya diputar, hal itu sedikit tidak masuk akal bagi gue,karena gue merasa idol korea juga manusia biasa, mau seganteng Channing tatum atau leonardo dicaprio waktu masih muda juga gue ngga akan segirang itu.

tapi rasanya semua pandangan gue tentang dunia kpop berubah sejak gue menonton produce 101, basically pd101 adalah program televisi dikorea sejenis survival show, dimana trainee dari berbagai macam agensi, berkompetisi untuk menjadi 11 besar dan debut atas jebolan acara tersebut, awalnya gue masih belum begitu tertarik, tapi bermodalkan insomnia dan masih sangat terjaga sampai sepertiga malam, daripada dilanda kegabutan gue akhirnya menonton tv show tersebut sampai final episode. mungkin ini penyakit di diri gue doang, tapi setelah menonton film, tv show ataupun series, gue selalu mengalami hangover, dimana gue ngga bisa move on dari tayangan episode terakhir, itupun berlaku saat gue menonton produce 101, tanpa bisa menahan hasrat untuk stalk anggota yang debut pada final episode, gue berakhir mengidolakan mereka.

 

 

dari semua member yang debut pada produce 101 (wanna one) ngga tau kenapa gue paling tertarik dengan centernya mereka si kang daniel, tadinya gue sempat had a big crush with park Ji hoon, tapi itu tidak bertahan lama, justru gue lebih awet mengidolakan daniel, dibalik visualnya, dia adalah idol dengan sejuta bakat, bahkan ketika dia tidak berasal dari keluarga yang begitu berada dia mampu menjadi #1 dengan vote terbanyak pada produce 101 season 2, menurut gue menjadi seorang idol tidak cukup dengan good appearance saja, namun kemampuan untuk menghibur dan bakat yang dimiliki sangat penting.

lambat laun, pandangan buruk gue terhadap industri musik korea mulai netral, gue mencoba melihat hal positif dari industri dengan sejuta kreativitas tersebut, hal yang dahulu selalu gue lihat sebagai hal yang negatif, karena gue terfokus dengan kekurangan industri musik korea yang sangat keras dan para fans kpop yang terlalu fanatik, mungkin sampai saat ini hal itu masih menjadi suatu hal yang masih belum gue mengerti, tapi untuk belajar melihat kelebihan dan hal positif yang tidak kalah banyaknya juga merupakan apresiasi yang harus diberikan, terutama dengan adanya orang-orang yang dipersatukan oleh kegemaran yang sama, jadi selama tidak dirugikan, tidak ada salahnya untuk mensupport industri musik meskipun dengan pandangan stereotype masyarakat pada umumnya.

see ya! 안녕..


 


			

2019 resolution

HI FOLKS, this will be my first post in 2019, from now on, I’ll try to post more often, especially I decided to be more productive this year *meanwhile me trying not to bullshitting myself.*

How’s everybody’s doing these days? wish GOD will give us more strength to cope up with the problems we’ve been & about to fight for.

for started, I wanna write a recap of what 2018 have done to me, if I can be really honest, it was a really tough year, with so many probs in my life, the ups and downs, struggles, especially my mental issue, dealing with anxiety and my depression was exhausting. so many things stressed me out, from my family, friends, school, but the major battle is myself. last year had changed me a lot, I became a loner, pushed people away when I actually need a support system, I am being hard on myself, I am just full of negativity, sometimes I can laugh but it will not happened for so long, mood swing, being toxic,  many more.

But actually, that’s okay, there’s always a good side of a story, in a positive way, I think I am stronger than before and I learned to trust my fate, God never gives a problems that U can’t resolve, thats my most believe, and now I feel better.

AND ITS 2019 ALREADY!…

I am not celebrating it but I took it as a new journal, new beginning and new better way of thinking. I think I got an idea of my 2019 resolution from some YT video that I watched yesterday, I wrote a couple of things on my journal.

  • Get Healthier

I’ve made a plan in 2018, to get a gym membership, but I have never really done anything so, I hope this year, I actually get it because I am not really doing a specific sport, I am thinking of getting muscles because it’ll be healthier rather than being full of fat calories.

  • Toefl/Ielts

disclaimer, If you notice, that I’ve been writing any content in english all the time, because I really want to improve my writing skill in english, because I’ve been planning to take a test of english proficiency, I am still working on it, I know my grammar is worse so I hope people willing to understand, and btw I don’t think about is as a shame, shout out to people who are willing to learn no matter how critics they get from grammar Nazi ;D

  • Be present

I realized, last year I became the worst version of myself, I had trust issues with people, I ignored people a lot, it just me pretending that I can do anything with myself only. the fact, I am just overthinking everything, even when I am hanging out with people, my body was there, but not with my thought, so this year I want to be more present to the moments that happen in front of me, and start to reach out to people, carpe diem!

  • self-love

this topic has always been my favourite, I really appreciate people who gives themselves a credits instead of blaming on what they aren’t capable of doing. I wanted to learn to love myself more every single day, because you can love someone as much as you can, but at the end of the day you only have yourself, that’s what matter, and it’s not about being selfish at all, it’s the way of learning to be more grateful for who you really are, even on a bad day, when you are feeling down, you still matter, and thats the fact.

I think that’s all my 2019 resolution for now, I just want to focus on the specific thing for now, rather than having a lot of stuff to do but end up doing nothing, I really hope this year will be better in every way, I know the problems still gonna be there as long as we are still alive to teach us to be a grateful creatures, also make us stronger and never forget that there’s always a good side of a story, positive impact, moral value, if only we stop for awhile and see a little closer to what the world great message, God bless everybody.

mental health.

23.13 pm almost midnight.

today I wanted to share an experience that I had, beberapa hari yang lalu temen gue ngasi info tentang event seminar atau talkshow tentang depresi, just because gue concern tentang topic itu, awalnya gue berpikir untuk datang sendiri, tapi karena gue overthinking banget sama ke-anxious-an gue nanti disana, gue ngajak satu temen gue dan untungnya dia mau datang, meskipun doi ngga begitu took it seriously dan cuma untuk mengisi waktu senggang, gue menghargai kemauan dia buat ikut datang, kita literally gatau tempatnya dimana, as always,hanya mengandalkan ms.google dan insting semata, kayaknya karena kita berdua emang lumayan punya hobi yang sama, which is ngebolang, jadi cus aja.

Singkat cerita, kita sampe ditempat sangat on-time, dan tidak disangka-sangka karena, gue merasa gue uda sangat melebur dengan kebudayaan jam karet, tapi turned out malah acaranya yang ngaret, kayanya setengah jam sejak bangkunya gue dudukin baru talkshow nya mulai.

Awalnya gue agak anxious tbh, soalnya ekspektasi gue mungkin ini bakalan rame banget nantinya, tapi ternyata ngga begitu ramai thank God , waktu sesi pertama dimulai pembahasannya masih sangat general tentang depresi, ada 6 orang narasumber dari startup yang berbeda, dan dibagi menjadi 3 sesi dengan masing-masing 2 narasumber per –sesi, dan gue related banget sama materi nya karena, emang narasumbernya seorang psikolog dan seseorang yang sangat berpengalaman tentang mental health.

Everything was smooth saat itu, sampe pas sesi QnA ada seorang wanita, gue bilang wanita karena,dari yang gue amati dia kayanya uda berumur 25 tahun-an dan sudah sangat pantas disebut wanita karena dia sepertinya uda dewasa, sampai saat dia bertanya tentang masalah dia, disitu baru gue merasa gue sangat paham dengan apa yang dia hadapi, gue merasa beban dia sangat berat karena, dia bertanya sambil nangis sesenggukan, disitu gue sempat lost with my thoughts a couple of minutes, gue berpikir ‘ini orang kayaknya beban nya uda berat banget, keliatan dari penyampaiannya dia yang sampe ngga sanggup diutara-in pake kata-kata’ kalo disitu gue ada diposisi dia mungkin buat hadir di acara talkshow kayak gitu aja gue uda ngga sanggup, tapi gue salut banget sama mba nya karena, she has a courage to faced her feeling towards depression.

Disaat yang sama,pikiran gue bercabang kepada orang yang duduk disebelah gue,doi seorang cewek, yang gue perhatiin dari acara mulai, kalo ngga nunduk dia bakal buka smartphone dan somehow doing apa gue gatau, sekali nya dia fokus sama narasumber didepan kayanya ngga bakal sampe 10 menit, dia nunduk lagi, dalam hati gue merasa kayaknya mba nya feeling anxious, gue pengen banget dari tadi ajak ngobrol, tapi berhubung narasumber didepan lagi bicara juga, gue ngga mau ganggu konsentrasi mba nya, kali aja dia emang seserius itu dengerin narasumber yang lagi ngomong walaupun ngga tergambarkan di wajahnya.

Pas akhirnya ada break time, gue malah asik ngobrol sama temen gue sendiri, pas gue uda mau take an action buat approach mba nya first, gue malah takut get ignored, karena gue selalu overthinking over something, jadi sampai acara selesai gue ngga sempet ngajak ngobrol mba nya, dan gue sekarang merasa menyesal, karena gue baru berpikir secara perspective, kalo gue jadi dia dan gue sendirian di sebuah event dengan perasaan anxious kaya gitu tapi ngga ada yang ngajak gue chit chat gue bakalan murung banget sih, for mba-mba sebelah gue I really am sorry, semoga mba nya feels better.

Anyway acaranya berlangsung selama 5 jam, bayangin selama itu lo harus duduk dibangku, 2 jam pertama I was fine, tapi 1 jam setelah break gue rasanya uda pegel banget, karena gue bukan tipe orang yang bisa duduk lama tanpa ngapa-ngapain, at least gue jalan kelilingin ruangan juga uda lega banget, tapi acaranya juga uda dilanjutin, i feel less respectful kalo mondar-mandir pas mereka lagi ngomong.

Saat finally eventnya berakhir, gue lega banget bisa berdiri lagi, rasanya gue uda duduk 5 tahun dibangku itu, by the way mc nya a g a k charming gitu lmao, with deep voice and the way he talked, I feel like he belongs to his job,well good for him.

Setelah gue meninggalkan gedung itu, gue on the way back home, dengan perasaan yang bikin gue makin berambisi buat jadi psikolog, karena inti dari being psychologist buat gue adalah gue pengen society di Indonesia lebih open-minded dan mempunyai kesadaran yang lebih tentang mental issues, emang penduduk indonesia saat ini baru terjangkit 10% dengan issue depresi ini tapi, 10% dari penduduk indoenesia itu uda banyak banget, belom lagi yang ngga terdeteksi.

BUT its not easy its really not, karena sometimes saat kita pengen menolong orang lain, saat kita too focus to everyone else, kita cenderung melupakan diri kita sendiri, and right now im still dealing with myself, so then I hope everybody could take care of themselves and be aware of their own mental health because sometimes we r too busy to think about others yet we forget ourselves, after that we together can make a better world to other humanbeing especially in this case about society’s current mental issues called depression.

 

 

song playlist august

for people who are not knowing, i listen to music alot, like alot  a l o t. dari segala genre music di dunia, maybe because im into arts, kebanyakan orang biasanya stuck di satu atau beberapa genre musik, tapi idk why, gue selalu bisa open ke genre lainnya, probably karna orientasi gue ke musik bukan cuma tentang harmonisasi nya tapi gue ngeliat musik sebagai whole picture, karena pada kenyataannya banyak aspek yang orang ga perduli dalam suatu lagu, mostly because mereka ngerasa lagu it is just entertaining, nothing more, but to me its way more than that, music also one of my inspiration sources, when im sad/happy/chill/upset music is my kinda addiction.

so i think from now on i will make song playlists every months, and i’ll try to stick to my plan.

my current playlist August edition:

  • sunflower by rex orange country

for god sake this song is cool as f, the genre is POP kinda cheesy but the lyrics and everything is just perfect, kalo yang ngikutin track music rex orange country pasti familiar dengan vibe musiknya dia, and as long as i know lagu ini dedicated buat pacar nya doi which is a girl he’s obsessed with, from the lyrics aja gue bisa conclude kalo lagunya emang buat kind of sweetheart, well if i were his gf i’ll definitely flipped.

  • easy by mac ayres

idk why, gue unintentedly ended up fallen for the song which presented sama a guy yang nyeritain tentang perempuan dalam hidupnya, im not envious or what but seriously mereka kalo buat lagu untuk pacarnya mereka itu selalu full of dedication gitu, dari lirik sampe melodi nya yang wrapped perfectly, same as this song, the story about bagaimana dia selalu gampang jatuh cinta sama wanita, tapi somehow gue menemukan ketulusan dari doi si soalnya dia tipe orang yang rather hold you [her] close than try to understand the feeling of his crush towards him. thats ingenuous.

  • vintage by NIKI

lagu ini emang uda released dari bulan Mei and honestly i have been had a big crush with NIKI in terms of idol, sejak dia belum masuk management with Rich brian, dan bisa dibilang genre niki/nicole yang sekarang beda banget dari yang dulu, tapi the way she makes a song pasti selalu jadi lagu yang somehow easy listening dan hits for her people. sebelum vintage gue suka banget sama lagunya NIKI – i like u, but this song is dang! gue uda denger lagu ini 3 bulan-an and never get tired of it, the story about her past relationship yang somehow gue related lol, so its telling that she broke up with a guy but sooner she regretted that it has to ended dan dia kaya nostalgic about the past relationship  she had so thats the backgroud of the title so called vintage.

  • all the kids are depressed by jeremy zucker

lagu ini menggambarkan tentang perasaan depresi, it actually obvious at the title, tapi not as simple as that, karena banyak orang yang masih not open minded yet abt depression mungkin gabakal terlalu related sama lagu ini, “a lot of people refuse to legitimize depression in real life and on social media. the reality is that everyone has some sort of relationship with depression and that no two people experience it in the same way.” He said straightly, gue lupa how i ended found out about this song tapi, lyrics dari lagu ini ngga jauh dari apa yang gue rasain when i feel down because of stuff, and im not ready yet to open up more about depression so i end up the expalanation here.

  • two shots by gnash ft goody grace

for those who not know, gue suka banget sama gnash like legit, im a big fan of him, i think i’ve heard every single songs on his album ‘me’ ‘u’ us’ and all of his songs are my favourite, not trying to spread shit but its true, just hear one of his song randomly, and u’ll start to fallin’ deeper with him, but this one is top 5 of my addiction, with the relationship story of goody grace made this song huge, btw gnash itu popular sejak lagunya ‘i hate u i love u’ hits di society, dan disitu gue sedikit punya ego trap karena, jujur if i like a song a lot then suddenly it just blown up like that gue jadi lost interest, thats why even though that song is damn good, its not on one of my top playlist anymore.

so i think thats it, my hand is numb already, but i just wanted to say something, the best thing that music has did to me is;it inspires me a lot, so beside of jamming friend, its more likely to be my source of happiness, and i hope it works for everybody too, so see ya in the funny papers.

I’m a mess.

I want to burn what I don’t need, lay out everyone of my belongings, have the grace to set some free, I just want to burn what I do not need. 

its currently 2.11 am at midnight accompanied with ‘guard’ by Logan Vath, and im such a mess, such a m e s s.

its already 3 months since i was just complaining about my last life with God. i havent gotten my happiness again yet. a couple of hours ago i was just scrolling to instagram and suddenly got sad because im afraid this is the only thing that im capable of doing with my life. you can argue about how my life actually better than anyone else’s. but believe me im grateful enough, it just.. hard and stuck. im such unorganized person, such a messy creature, i cant even decide a single thing to do than being miserable.

u probably think, ‘no btj u r just lazy’ Yes im lazy, but its not as simple as that, way more complicated. and i cant explain in clearly way.

‘what is life actually?’ ‘why cant i just do something?’ ‘why’s this such a mess?’ im still figuring out the answer of those simple yet complicated and puzzled questions. i honestly have no idea what to write anymore, alot of things spinning in my head, wont stop,and i cant tell what to do. sorry this content just TOO AbsTraCt..

i wish i had a chance to turn back time to when it started messy, i cant recall when exactly that happened, but i wanted to come back to the first day of high school, to finish what i havent finished yet. there were a lot. now i got the answer of the statement ‘dont waste your teenager life and just have fun’ ITS SO WRONG, im telling u, i had been having fun yet not having fun and its ruining my life rn, believe me that statement oriented to short term of happiness, if u want to have a long term happy life, fight for it untill u r bleeding of sickness, because that thing is hard to get but hard means that a thing matters to fight for.

im full of regrets about the whole thing when i was in school, just because im not thinking properly about my future,

that gives a message to my future self, if u read this, worth the time and fight for a thing u want to get, so that u will not regret a single thing and have a messy life as this moment i experienced.